Lawata Beach
Pada akhirnya kesimpulan mengambil keputusan untuk menikah bagi perempuan hanya ada dua:
1. Menikah karena tidak tahan dibully, karena Usia, karena teman temannya pada menikah, karena kepincut Foto Prewedd, karena romantisnya gambaran memiliki pasangan, dan tidak tahan lagi ditanya kapan nikah demi itu semua menikah tidak lagi memprioritaskan kelak pasangan kita dapat membuat kita lebih baik,pasangan yang mengenal dirinya dan Tuhannya, lebih dekat, lebih taat terhadap Tuhan dan kedua orangtua, pasangan yang benar benar mengajak kita berjalan menuju Ridha Tuhannya
Sehingga setelah menikah sifat asli yang nampak padanya tidak sampai berkata kasar, mengabaikanmu, tidak perduli, marahnya kepadamu bahkan memainkan tangannya terhadap dirimu, anakmu. Tidak menghormati kedua orangtuamu apalagi dirimu, berbuat semena mena kepadamu didepan keluarganya
Ya setelah menikan baru penyesalan itu muncul: andai dulu aku tidak mengutamakan jabatannya, hartanya, parasnya, atau andai aku dulu lebih berhati hati, andai aku dulu tidak terburu buru, andai andai dan andai yang lainnya
Nasi sudah menjadi bubur, pilihan yang dimiliki oleh perempuan hanya satu menunggunya berubah meski jiwa dan ragamu sudah babak belur dan itu tentu butuh waktu lama bertahun tahun bahkan puluhan tahun
Bertahan selama itu tidak sedikit yang menyerah memilih berhenti dan menyudahi seluruh penderitaannya dia harus merdeka, dia ingin mengobati dirinya jalan yang dipilih akhirnya cerai
Masalah selesai?
Jawabanya relatif
2. Perempuan menikah karena kematangan berpikir, emosi, sudah menyelesaikan permasalahan dengan dirinya sendiri, Niat yang benar terhadap ketentuan Tuhan, dan sinyal yang diajarkan Rasulnya: menikah dengan pasangan yang mengenal baik Tuhannya,
Ada koq yang kenal Tuhannya tapi menyakiti
Ya ada, Manusia biasa dan menyakiti pada batas yang bisa ditolerir oleh pasangannya
Namun jika ia menyakiti lebih dari kadar kemampuan kita memahami ada yang salah dengan caranya mengenal Tuhannya: ada yang salah dengan shalatnya kata Ustad Adi Hidayat
Perempuan tipe nomor 2 ini lebih warning, selektif, dan kuat akan prinsip: menikah adalah ibadah seumur hidup mesti pasangan yang tepat biasnya berapapun usia mereka, ratusan kali ditanya kapan nikah, ratusan undangan dari teman temannya, hangat dan manis gambaran menikah di media sosial SAMA SEKALI NGGAK NGARUH
karena prinsipnya jelas dan terukur,
Hati hati loeh telat nikah ntar susah punya anak, itu segelintir pikiran primitif Tuhan bukan segalanya baginya
Telat nikah ntar jadi perawan tua loeh,
No, itu adalah pemikiran udik untuk mereka yang berpikiran sempit,
Lα_Tee

Tidak ada komentar:
Posting Komentar